Biometric Analysis for Ergonomic Design in Workspaces
Abstrak
Desain ergonomis sangat penting dalam menciptakan ruang kerja yang mendukung kenyamanan, efisiensi, dan kesehatan. Penelitian ini menerapkan analisis biometrik untuk mengevaluasi dan memperbaiki desain ergonomis di berbagai lingkungan ruang kerja. Dengan menganalisis pengukuran tubuh dan data postur, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman dalam merancang furnitur dan tata letak ergonomis yang dapat mengakomodasi berbagai pengguna.
Pendahuluan
Dalam lingkungan kerja modern, desain ergonomis berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Namun, pendekatan desain tradisional sering kali gagal mempertimbangkan variasi ukuran dan bentuk tubuh manusia. Penelitian ini berusaha menjembatani kesenjangan tersebut dengan menggunakan data biometrik untuk memandu desain ergonomis, memastikan bahwa ruang kerja disesuaikan dengan kebutuhan populasi yang beragam.
Material dan Metode
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Antropometri Politeknik Negeri Jember dengan melibatkan 200 partisipan yang mewakili populasi yang beragam. Pengukuran tubuh secara rinci, termasuk tinggi badan, berat badan, panjang anggota tubuh, dan sudut sendi, dikumpulkan menggunakan alat antropometri canggih. Analisis postur dilakukan menggunakan teknologi motion capture untuk menilai postur terkait pekerjaan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi tren dan outlier, yang menjadi dasar dalam pengembangan pedoman desain ergonomis.
Hasil Penelitian
Analisis biometrik menunjukkan adanya variasi signifikan dalam dimensi tubuh partisipan, terutama dalam panjang anggota tubuh dan fleksibilitas sendi. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya furnitur yang dapat disesuaikan, seperti kursi dengan ketinggian tempat duduk dan sandaran yang dapat diatur. Analisis postur mengidentifikasi beberapa faktor risiko untuk ketegangan muskuloskeletal, termasuk duduk terlalu lama dan postur yang tidak nyaman. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini mengusulkan pedoman ergonomis, termasuk rekomendasi tentang ketinggian meja, desain kursi, dan tata letak ruang kerja yang dapat meminimalkan ketegangan dan meningkatkan kenyamanan.
Pembahasan
Hasil penelitian ini menekankan pentingnya memasukkan data biometrik ke dalam proses desain ergonomis. Dengan memahami karakteristik fisik pengguna, desainer dapat menciptakan ruang kerja yang tidak hanya nyaman tetapi juga aman dan efisien. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa intervensi ergonomis, seperti furnitur yang dapat disesuaikan dan tata letak ruang kerja yang tepat, dapat secara signifikan mengurangi risiko cedera terkait pekerjaan. Namun, penelitian ini juga menggarisbawahi perlunya pemantauan dan penyesuaian ruang kerja secara berkelanjutan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan dan preferensi pengguna.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan nilai penting analisis biometrik dalam mengembangkan ruang kerja ergonomis yang sesuai untuk populasi yang beragam. Pedoman yang diusulkan dalam studi ini menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan kenyamanan dan mengurangi risiko cedera di berbagai lingkungan kerja. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi integrasi data biometrik dengan teknologi yang sedang berkembang, seperti realitas virtual, untuk lebih meningkatkan praktik desain ergonomis.
Referensi
Pheasant, S., & Haslegrave, C. M. (2006). Bodyspace: Anthropometry, Ergonomics and the Design of Work. CRC Press.
Helander, M. G. (2006). A Guide to the Ergonomics of Manufacturing. CRC Press.
Straker, L., et al. (2013). Evaluation of Ergonomic and Biometric Factors in Office Workstations. Ergonomics, 56(2), 293-305.
Artikel ini menyajikan pendekatan berbasis data biometrik dalam desain ergonomis untuk ruang kerja, menekankan pentingnya menyesuaikan desain dengan karakteristik fisik yang berbeda guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan nyaman.
4o